alur cerita film urban legend

Alur Cerita Film Urban Legend (1998) | Tidak Percaya Mitos Bikin Nyawa Boncos

“Urban Legend” adalah film horor slasher tahun 1998 yang menjadi pembuka franchise berjudul sama.

Sutradaranya adalah Jamie Blanks, sosok yang memang gemar membesut film bergenre tersebut.

Mungkin nanti yang lain akan dibahas juga di situs ini.

Lantas seperti apakah ceritanya? Layakkah untuk ditonton?

Simak yuk alur cerita film Urban Legend beserta review singkatnya di bawah ini untuk tahu jawabannya.

Sekilas Tentang

poster film urban legend
poster film urban legend

Seorang mahasiswa mencurigai serangkaian kematian aneh terkait dengan legenda urban tertentu.

Tanggal Rilis: 25 September 1998
Durasi: 1 jam 40 menit
Sutradara: Jamie Blanks
Produser: Gina Matthews, Michael McDonnell, Neal H. Moritz
Penulis Naskah: Silvio Horta
Produksi: TriStar Pictures, Original Film, Phoenix Pictures
Pemain: Jared Leto, Alicia Witt, Rebecca Gayheart, Joshua Jackson, Loretta Devine, Tara Reid, Michael Rosenbaum, Robert Englund

Sinopsis / Alur Cerita Urban Legend

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Suatu malam, seorang mahasiswi kampus Pendleton University bernama Michelle Mancini (diperankan oleh Natasha Gregson Wagner) tewas dibunuh dengan sadis menggunakan kapak oleh seseorang yang menyelinap ke dalam kursi belakang mobilnya.

Sementara itu, di kedai kopi kampus, Parker Riley (diperankan oleh Michael Rosenbaum) menceritakan pada teman-temannya tentang peristiwa pembantaian yang terjadi di kampus mereka. Tepatnya di Stanley Hall, gedung asrama lama.

Natalie Simon (diperankan oleh Alicia Witt) dan Brenda Bates (diperankan oleh Rebecca Gayheart) antusias mendengarnya. Sedang Paul Gardner (diperankan oleh Jared Leto) menganggapnya sebagai urban legend alias mitos belaka.

cuplikan film urban legend
cuplikan film urban legend

Belakangan, karena penasaran, Natalie dan Brenda mendatangi bangunan tersebut dan berulangkali mengucapkan kata ‘Bloody Mary‘.

Sempat terdengar suara teriakan dari dalam bangunan yang membuat keduanya takut. Namun ternyata itu hanyalah ulah Damon Brooks (diperankan oleh Joshua Jackson), teman kuliah mereka.


Esok harinya, dalam mata kuliah American Folklore (Cerita Rakyat Amerika) yang diajar oleh profesor William Wexler (diperankan oleh Robert Englund), terungkap bahwa Brenda sangat mempercayai hal-hal yang berbau mitos atau cerita rakyat.

Berbanding terbalik dengan inti matkul sang profesor. Yang berusaha memastikan bahwa cerita rakyat hanyalah cerita. Mitos. Bukan kejadian nyata.

Sementara itu, berita kematian Michelle sendiri mulai menyebar di kalangan kampus.

Pun begitu, dekan Adams (diperankan oleh John Neville) dan polisi kampus Reese Wilson (diperankan oleh Loretta Devine) berusaha untuk mengubur rumor mengenai pembunuhan tersebut demi menegaskan Pendleton University adalah kampus yang aman.


Kenal dengan Michelle membuat Natalie sedikit terpukul dengan kematiannya.

Mengetahui hal itu, Damon mengajaknya untuk refreshing sejenak di sebuah tempat terpencil.

Di luar dugaan, Damon ternyata punya maksud tersembunyi.

Mengaku diam-diam mencintai Natalie, Damon mengajaknya berhubungan intim. Natalie menolak mentah mentah.

fakboi mencari kesempatan dalam kesempitan
fakboi mencari kesempatan dalam kesempitan

Sebelum kembali ke kampus, Damon pergi untuk buang air terlebih dahulu.

Tak disangka, seseorang muncul dan membunuhnya dengan cara menggantung tubuhnya di pohon.

Orang tersebut lalu lanjut menyerang Natalie yang masih berada di dalam mobil Damon.

Untungnya Natalie masih bisa kabur.


Di kampus, Natalie melaporkan apa yang terjadi pada Reese.

Mereka lalu kembali ke TKP.

Anehnya, mobil maupun jasad Damon sudah tidak ada di sana.

Reese pun menganggap Damon sudah menge-prank Natalie.

Terlebih polisi juga sudah menangkap terduga pembunuh Michelle. Seorang penjaga SPBU yang terakhir didatangi oleh Michelle.


Berkumpul dengan Parker, Brenda, dan Sasha Thomas (diperankan oleh Tara Reid), Natalie baru menyadari apa yang terjadi pada Michelle dan juga Damon sama seperti beberapa mitos yang pernah ada.

Seolah-olah ada orang yang mengetahui cerita-cerita tersebut dan berusaha untuk membuatnya menjadi nyata.

Baik Parker, Brenda, maupun Sasha sama sekali tidak mempercayainya.


Seseorang menyelinap masuk ke dalam kamar Natalie dan menyerang Tosh Guaneri (diperankan oleh Danielle Harris), teman sekamarnya.

Dengan kondisi ruangan yang gelap, Natalie mengira Tosh sedang berhubungan badan. Sehingga ia mengabaikan suara-suara yang ada.

Esoknya, ia pun terkejut mendapati tubuh teman sekamarnya itu sudah tewas bersimbah darah.

azab galak dengan teman sekamar
azab galak dengan teman sekamar

Terlihat pula ada tulisan di tembok yang dibuat menggunakan darah Tosh.

Apes, lagi-lagi dekan Adam dan Reese mencoret insiden tersebut sebagai sebuah pembunuhan. Mereka menyimpulkan itu hanyalah kasus bunuh diri belaka.


Paul akhirnya mengetahui bahwa Natalie adalah teman Michelle saat SMA dulu.

Pun begitu, ia masih belum bisa sepenuhnya percaya dengan gagasan Natalie bahwa pelaku pembunuhan ingin mewujudkan urban legend menjadi kenyataan.

Keduanya lantas mencoba mencari tahu mengenai mitos Stanley Hall.

Mendapat petunjuk dari petugas cleaning service kampus (diperankan oleh Julian Richings), Paul dan Natalie menyelidiki ruangan profesor Wexler.

Alih-alih menemukan petunjuk, keduanya justru terpergok dan berujung dihukum oleh dekan.


Natalie akhirnya menceritakan pada Brenda mengenai hubungannya dengan Michelle.

Mereka pernah membuat seseorang mengalami kecelakaan dan meninggal dunia gara-gara meniru sebuah mitos.

Sementara itu, si tukang bersih-bersih diam-diam meninggalkan koran yang memberitakan tentang peristiwa pembantaian di Stanley Hall pada Paul.

Membuktikan tidak hanya bahwa peristiwa tersebut benar terjadi. Melainkan bahwa profesor Wexler adalah satu-satunya penyintas dari kejadian mengerikan tersebut.


Dekan Adam dibunuh di parkiran kampus.

Berhubung malam itu sedang ada pesta perayaan 25 tahun malam pembantaian Stanley Hall, sama sekali tidak ada yang mengetahui nasib nahas yang ditimpa olehnya.

Paul menemui Natalie di lokasi pesta dan menceritakan tentang profesor Wexler. Ia meyakini profesor Wexler adalah pelaku pembunuhan berantai yang terjadi di kampus.

Untuk menenangkan Natalie, Paul menciumnya. Aksi keduanya terpergok oleh Brenda, yang selama ini menaruh hati pada Paul. Brenda pun jadi kesal.


Saat berpatroli keliling kampus, Reese menemukan ruangan profesor Wexler dalam kondisi berantakan. Ada darah berceceran di lantai.


Paul mencoba meminta Parker, yang mengelola pesta, untuk menghentikan pesta tersebut. Parker menolak dan menganggap cerita pembunuh berantai di kampus hanyalah bualan.

Sasha kemudian pergi ke stasiun radio kampus untuk mulai siaran.

Sepeninggal keduanya, Parker dibunuh di kamar mandi.

Begitu pula Sasha. Yang belakangan diserang di stasiun radio dan tewas dipenggal menggunakan kapak.

Sempat mendengar suara teriakan Sasha sebelum dibunuh, Natalie bergegas menuju stasiun radio.

Di sana ia melihat langsung bagaimana si pembunuh dengan dingin menghabisi nyawa sahabatnya.

si pembunuh berkapak
si pembunuh berkapak

Natalie bertemu kembali dengan Paul dan Brenda.

Paul mengajak keduanya untuk pergi ke kota dan mencari bantuan.

Dalam perjalanan, Brenda menyarankan agar mereka berhenti di SPBU dan mencoba menghubungi polisi.

Saat Paul masuk ke dalam untuk menelpon, Brenda dan Natalie menemukan tubuh profesor Wexler di bagasi mobil Paul. Dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Mengira Paul adalah si pembunuh berantai, keduanya pun bergegas lari ke hutan dan menuju ke kampus.

Melihatnya, Paul langsung mengejar keduanya.

Karena panik, Brenda dan Natalie berpisah jalan.

Tanpa sengaja Natalie berpapasan dengan mobil yang dikendarai si petugas kebersihan. Ia pun otomatis meminta tumpangan.

Apes, mobil mereka ganti berpapasan dengan mobil yang dikendarai si pembunuh.

Ditabrak dari samping, mobil si petugas kebersihan keluar dari jalur dan terguling.

Dengan petugas kebersihan yang tak sadarkan diri (atau tewas?), Natalie melanjutkan usahanya kembali ke kampus dengan berjalan kaki.


Tiba di depan Stanley Hall, Natalie mendengar suara teriakan Brenda dari dalam bangunan.

Ia memutuskan untuk masuk dan mencari sumber suara.

Di sebuah ruangan, Natalie menemukan jasad teman-temannya. Termasuk dekan Adams.

Di ruangan lain, ada tubuh Brenda yang tergeletak di tempat tidur.

Mengira Brenda sudah mati, Natalie lengah dan tidak menyadari Brenda bangkit dan memukulnya dari belakang hingga pingsan.

diprank pembunuh
diprank pembunuh

Natalie tersadar dalam kondisi terikat di ranjang.

Terungkap Brenda adalah tunangan dari pria yang tewas akibat ulah Michelle dan Natalie, David Evans (diperankan oleh Vince Corazza).

Ia melakukan aksi-aksinya untuk membalaskan dendamnya pada Natalie. Ia juga sudah menyiapkan profesor Wexler untuk dikambinghitamkan.

Ketika Brenda hendak membunuh Natalie, Reese muncul. Apes, Brenda berhasil melumpuhkannya.

Giliran Paul yang kemudian muncul.

Tahu Brenda mencintainya, Paul mencoba untuk membujuknya agar menyerahkan pistolnya.

Brenda ternyata tidak tertipu.

Untungnya, Reese tersadar dan melesakkan tembakan ke arah tangan Brenda dan membuat pistol yang ia pegang terlepas.

Tanpa basa basi, Natalie mengambil pistol tersebut dan menembak Brenda.

Tubuh Brenda terlempar keluar dari jendela Stanley Hall.


Setelah menghubungi polisi dan petugas medis, Paul dan Natalie pergi meninggalkan area kampus dengan mobil.

Tak disangka, Brenda muncul dari balik kursi belakang dan menyerang keduanya menggunakan kapak.

Aksi Brenda membuat Paul kesulitan mengendalikan mobil.

Mobil tersebut lantas menabrak jembatan dan mengakibatkan tubuh Brenda terlempar ke depan dan nyemplung ke sungai.


Pasca kejadian tersebut, sungai dikabarkan meluap dan tubuh Brenda tidak diketemukan.

Alhasil peristiwa itu dianggap sebagai urban legend belaka.

Di akhir terlihat bahwa Brenda masih hidup.

Penutup

Itu tadi sinopsis atau alur cerita dari film Urban Legend. Yang lumayan seru dan menegangkan.

Makin terbukti, film-film di era tahun 90-an dan 2000 awal memang bisa dipegang kualitasnya.

Tentu, adegan-adegan absurd khas film bertema slasher masih bisa ditemui di sini.

Seperti sosok si pembunuh yang seolah bisa berpindah tempat secara kilat.

Tidak perlu lari lari. Jalan woles pun selalu bisa menyusul atau bahkan mencegat korbannya.

Yang saya suka adalah bagaimana alur ceritanya menghadirkan beberapa karakter yang memungkinkan menjadi antagonis utama.

Termasuk twist di belakang, dimana seolah-olah Paul adalah partner dari Brenda.

Dan jujur, saya pun sempat mengira demikian, hehehe.

Pantas banyak yang memuji cerita dari “Urban Legend” ini. Pantas lah diberi acungan jempol.

Film “Urban Legend” ini bisa ditonton secara streaming melalui layanan Netflix.

Catatan: review serta rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

Oke, kami tidak menyediakan link download MP3-nya ya. Silahkan cari di Google atau di situs-situs sebelah 🙂

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.