alur cerita film the backpacker 2011

Alur Cerita Film The Backpacker (2011) | Niat Mencari Adik Yang Lenyap Malah Diburu Psikopat Kakap

“The Backpacker” adalah film yang menggambarkan mimpi buruk siapa saja yang hobi melakukan backpacking. Terutama yang benar-benar modal dengkul.

Untungnya saya bukan kategori backpacker seperti itu. Masih mau mengeluarkan uang walau seminimal mungkin, hehehe.

Film ini sendiri saya temukan di platform streaming video Tubi, yang ternyata gratis. Sebelumnya saya pikir berbayar.

Lantas seperti apakah ceritanya? Layakkah untuk ditonton?

Simak yuk alur cerita film The Backpacker beserta review singkatnya di bawah ini untuk tahu jawabannya.

Sekilas Tentang

poster film the backpacker
poster film the backpacker

Prajurit yang kembali, Ben Cross adalah seorang pria yang tidak akan berhenti untuk menemukan saudara perempuannya yang hilang dan menyelamatkannya dari seorang pembunuh berantai jauh di pedalaman Australia.

Tanggal Rilis: 17 Februari 2011
Durasi: 1 jam 29 menit
Sutradara: Dion Boland
Produser: Tara Simmonds, Dion Boland
Penulis Naskah: Dion Martin Boland, Tara Simmonds
Produksi: Embassy Pictures, Emerald Partners
Pemain: Vincent Stone, Nathan Waring, Laura Andersen, Vivian Carter, Aiden Brown

Sinopsis / Alur Cerita The Backpacker

WARNING! Tulisan di bawah ini mengandung SPOILER!!!

Ben Cross (diperankan oleh Nathan Waring) dan kekasihnya, Nina Attica (diperankan oleh Laura Andersen), melakukan perjalanan backpacker melintasi daratan Australia.

cuplikan film the backpacker
cuplikan film the backpacker

Ben berniat untuk mencari adiknya yang hilang tanpa kabar beberapa tahun lalu.

Saat tengah beristirahat di sebuah pom bensin, Nina tiba-tiba menghilang.

Seorang pemburu (diperankan oleh Aiden Brown) mengaku melihat Nina pergi dengan mobil van berwarna perak.

Ia pun menawarkan tumpangan pada Ben, yang kemudian diterima olehnya.

Beberapa waktu kemudian, Ben dan si pemburu berpisah jalan.

Malam harinya, Ben mencoba menghubungi Nina. Terlihat seorang pria, belakangan diketahui bernama Vincent Malek (diperankan oleh Vincent Stone), memegang ponsel milik Nina. Nina sendiri tertidur di kursi belakang mobilnya.

Esok harinya, Vincent menelpon Ben dan menantang Ben untuk mencarinya jika ingin menyelamatkan Nina.


Ben menghentikan sebuah mobil van berwarna perak untuk meminta tumpangan.

Tak disangka, pengemudinya adalah Vincent.

Tanpa basa basi ia menyetrum Ben hingga tak sadarkan diri, lalu memasukkannya ke dalam mobil.


Ben terbangun dalam kondisi terikat. Ada Vincent di sampingnya.

good acting vs bad acting
good acting vs bad acting

Setelah melepaskan ikatan Ben dan memberinya sebuah ponsel, Vincent mempersilahkan Ben untuk melangkah pergi.

Bukan tanpa alasan. Vincent rupanya berniat untuk bersenang-senang dengan cara memburu Ben dan membunuhnya.

Aksi kejar-kejaran dan sembunyi-sembunyian di antara keduanya pun dimulai.


Ben tiba di sebuah kabin yang dihuni oleh seorang pertapa (diperankan oleh Vivian Carter). Ia mempersilahkan Ben untuk makan dan beristirahat di tempatnya.

Pertapa tersebut ternyata tahu tentang ulah Vincent. Ia hanya heran karena terakhir Vincent beraksi adalah 4 tahun lalu.

Salah satu korbannya adalah sepupunya sendiri.

Sementara itu, di suatu tempat, Nina terlihat disekap dan dilecehkan oleh Vincent.


Sang pertapa memberikan perbekalan dan juga sebuah busur pada Ben agar ia dapat bertahan hidup. Beruntung Ben cukup mahir dalam memanah.

Sebelum Ben pergi, pertapa tersebut memberitahu bahwa saudaranya mendengar suara-suara teriakan dari sebuah pondok.

Kala malam tiba, Ben sampai di tempat tersebut. Ada Nina di sana.

Setelah membebaskannya, Ben meminta agar Nina kabur sendirian sementara ia bakal menghadapi Vincent.

Tak lama Ben menghadang Vincent yang datang dengan mobilnya. Ia sengaja memancing Vincent agar memburunya dan tidak menghiraukan kaburnya Nina.


Esok harinya, Nina tanpa sengaja justru bertemu dengan Vincent. Dengan mudah Vincent menangkapnya kembali.

Vincent lalu menelpon Ben dan memintanya untuk datang kepadanya jika ingin menyelamatkan Nina. Mau tidak mau Ben mengiyakan.

Ia pun meminta agar Vincent datang bersama Nina ke kamp penambangan tua yang ada di area tersebut. Kebetulan Ben memang sedang berada di sana.


Malam harinya, di kamp penambangan, Ben bertemu dengan Vincent dan Nina.

Sesuai janji, Vincent membebaskan Nina. Ben lantas menginstruksikan pada Nina untuk mengikuti jalur yang ada di tambang, yang berujung pada pembangkit listrik.

Sepeninggal Nina, Ben berhasil memancing Vincent untuk jatuh ke lubang perangkap yang diam-diam sudah ia siapkan.

Ben mencoba menginterogasi Vincent mengenai adiknya yang hilang. Vincent sama sekali tidak mau membuka mulut.

Apes, di saat Ben terlelap, Vincent berhasil kabur.


lagi mikir harus berekspresi apa
lagi mikir harus berekspresi apa

Di saat Ben lengah, Vincent merebut senjatanya.

Untung ketika Vincent hendak menembaknya, luka di kakinya kambuh sehingga ia kehilangan keseimbangan.

Ben pun memanfaatkan momen untuk kabur.

Beberapa waktu kemudian, Vincent menelpon Ben dan mengajukan gencatan senjata selama satu malam agar mereka berdua bisa sama-sama beristirahat.

Sementara itu, Nina terlihat bertemu dengan seseorang yang mengendarai mobil.


Hari berganti. Buru memburu antara Ben dan Vincent dimulai kembali.

Pada satu kesempatan Ben berhasil melesakkan anak panahnya ke dada Vincent.

Saat hendak menemui Nina yang ternyata diselamatkan oleh pemburu (yang sebelumnya memberi tumpangan pada Ben), Vincent mendadak muncul.

Ben sudah pasrah karena tidak lagi membawa senjatanya.

Untungnya, si pemburu terlebih dahulu menembak Vincent.

Di akhir terlihat Vincent lagi-lagi belum mati.

Penutup

Itu tadi sinopsis atau alur cerita dari film The Backpacker. Yang terlihat sekali kalau dibuat secara low budget.

Namun permasalahan utama dalam film ini adalah akting pemeran utamanya yang seolah tanpa ekspresi. Datar datar saja.

Seolah diburu oleh orang gila atau psikopat adalah sesuatu yang wajar terjadi di kala kita melakukan backpacking.

Apalagi untuk ukuran seorang tentara veteran ia terkadang melakukan tindakan yang sulit dinalar akal sehat. Plus kebanyakan plonga plongo.

Sebelas dua belas dengan naskahnya yang terkadang sulit dinalar akal sehat. Dan bikin kita ikutan plonga plongo saking bingungnya memahami jalan cerita.

Untuk karakter antagonisnya sendiri masih agak mendingan. Walau di beberapa bagian aksinya sedikit membosankan.

Film “The Backpacker” ini bisa ditonton secara streaming melalui layanan Tubi dan Amazon Prime.

Catatan: review serta rating bersifat subyektif dan berdasarkan preferensi pribadi

Oke, kami tidak menyediakan link download MP3-nya ya. Silahkan cari di Google atau di situs-situs sebelah 🙂

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.